Ujian Akhir Berbasis Digital Siswa SMK Trisakti Siap Hadapi Dunia Kerja
Ngawi , 10 April 2025 – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Trisakti Ngawi menggelar kegiatan Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) tahun 2025 sebagai bentuk evaluasi pembelajaran akhir bagi siswa kelas XII. Kegiatan ini merupakan bagian penting dari proses pendidikan yang bertujuan mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menempuh seluruh program pembelajaran selama tiga tahun. Suasana kelas tampak tertib dan kondusif saat para siswa serius mengerjakan soal melalui perangkat smartphone mereka.
Ketua pelaksana PSAJ 2025, Julianto, S.T, yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, menyampaikan bahwa ujian ini tidak hanya berfungsi sebagai tolok ukur nilai akademik, tetapi juga sebagai sarana untuk menilai seberapa dalam siswa memahami materi dan keterampilan praktik yang telah diajarkan. “PSAJ adalah bentuk penilaian menyeluruh. Kami ingin memastikan bahwa siswa tidak hanya bisa menjawab soal, tapi juga siap dengan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, PSAJ 2025 di SMK Trisakti diselenggarakan dengan sistem yang adaptif, menyesuaikan kebutuhan masing-masing program keahlian. Program studi yang mengikuti PSAJ tahun ini antara lain Teknik Otomotif Kendaraan Ringan (TOKR), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), dan Perhotelan (PH). Setiap siswa diuji berdasarkan mata pelajaran esensial serta keterampilan praktik sesuai dengan bidang keahliannya.
Kegiatan PSAJ dilaksanakan mulai tanggal 10 April 2025 hingga 17 April 2025. Seluruh pelaksanaan ujian dilakukan secara digital menggunakan aplikasi smartphone dengan platform Google Form sebagai media ujian. Pemanfaatan teknologi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kemudahan dalam proses evaluasi, sekaligus membiasakan siswa menghadapi model ujian berbasis teknologi informasi.
Meskipun menggunakan teknologi digital, suasana kelas tetap kondusif dan penuh keseriusan. Hal ini menunjukkan bahwa siswa telah terbiasa dengan penggunaan teknologi sebagai bagian dari proses pembelajaran mereka.
Para guru pengawas turut memastikan bahwa ujian berjalan dengan lancar tanpa kendala teknis yang berarti. Protokol ujian berbasis digital ini dinilai lebih efisien dan praktis, serta memberikan pengalaman baru bagi siswa dalam menghadapi ujian berbasis teknologi yang semakin relevan dengan dunia kerja saat ini. Pihak sekolah berharap, melalui ujian ini, peserta didik dapat lulus dengan hasil yang membanggakan dan siap melangkah ke jenjang berikutnya, baik itu dunia kerja maupun pendidikan tinggi.