Kedekatan Anggota Pramuka Dengan Kakak Pembina

Kedekatan Anggota Pramuka Dengan Kakak Pembina

Panggilan “Kakak’ dan “Adik” sering didengar saat berkegiatan Pramuka. Adik-adik peserta didik memanggil Pembina Pramuka dengan sebutan kakak, dan para Pembina memanggil para peserta didik dengan sebutan adik.

Panggilan ini sudah sejak lama berlaku dilingkungan Gerakan Pramuka, khususnya untuk golongan Pramuka Penggalang (11-15 tahun), Penegak (16-20 tahun), Pandega (21-25 tahun), dan orang dewasa di dalam Gerakan Pramuka (di atas 25 tahun).

Pramuka adalah alat pendidikan yang bisa mendidik anak generasi bangsa menjadi anak-anak yang bisa diharapkan, unggul, tangguh, cakap, memiliki sopan santun, taat aturan dan senantiasa bertakwa kepada Allah SWT.

Seorang anggota pramuka yang akan menjadi generasi penerus bangsa, maka gerakan pramuka membentuk karakter para anggotanya sesuai dengan nilai dan falsafah Pancasilan dan UUD 1945.

Pembina Pramuka di sekolah merupakan tantangan tersendiri, pendidikan kepramukaan sifatnya terbuka dan menantang. Pembina Pramuka harus kreatif dan inovatif agar kegiatan latihan Pramuka menjadi menyenangkan.

Kegiatan latihan Pramuka mengajarkan tentang kemandirian, pembina Pramuka harus terlatih dan terbiasa hidup mandiri karena ia akan mengajarkannya kepada peserta didik. Latihan untuk menguatkan karakter kemandirian itu antara lain dengan mendirikan tenda, jelajah alam, berkemah, dan lain-lain.

Mendirikan tenda bukan perkara mudah. Butuh kecermatan dan keterampilan dalam membangun sebuah tenda yang kuat. Begitu pula dalam jelajah alam dan berkemah. Dalam berkemah, Pramuka harus mandiri. Mau makan, harus mau masak terlebih dahulu. Selesai makan, harus mau mencuci piring dan gelas. Seseorang yang sering mengikuti kegiatan Pramuka, sikap manja dan cengengnya akan semakin berkurang, berganti sikap mandiri yang semakin kuat.