Pembiasaan Shalat Berjamaah Meningkatkan Kedisiplinan Siswa SMK Trisakti Ngawi
Perubahan kurikulum telah membawa konsekuensi, perubahan waktu belajar. Maka minimal setiap hari anak-anak harus berada di sekolah selama 7 jam normal, mulai dari jam 7.00 s.d maksimal jam 14.00. Untuk mewujudkan visi sekolah religius, sekolah menetapkan jam waktu dhuha, sholat dzuhur dan sholat jumat.
Pihak sekolah berijtihad mendirikan shalat jumat di sekolah. Dengan pertimbangan dari sudut pandang pendidikan sebagai berikut :
a. Melaksanakan tujuan pendidikan nasional dalam mencetak generasi beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
b. Mengintegrasikan ajaran agama ke dalam kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka, dalam rangka meningkatkan kompetensi spiritual siswa.
c. Membiasakan siswa untuk bertanggung jawab sebagai penyelenggara shalat jumat dan mengorganisir mulai dari menyediakan sound system, membersihkan masjid, menyiapkan karpet, menjadi muroki, muadzin, dan pelapor keuangan infak sekolah.
d .Menghidupkan hubungan ulama dengan sekolah melalui khotib bergilir dari ulama sekitar.
e. Menjadikan kegiatan keagamaan sebagai kultur sekolah.
f. Memudahkan pihak sekolah dan membantu orang tua siswa dalam hal pengontrolan siswa laki-laki dalam pelaksanaan shalat Jumat.
g. Melaksanakan shalat yang tertib dan teratur, dapat berimbas pada kedisiplinan seseorang dalam melakukan pekerjaan, dan semakin bagus ibadah shalat seseorang, semakin baik pula tingkat kedisiplinannya, sebaliknya semakin ia sering mengabaikan aspek ibadah dan ia juga akan lebih mudah mengabaikan urusan-urusan diluar ibadah.
Tujuan dari kegiatan ini agar Siswa, Guru dan Karyawan SMK Trisakti Ngawi dapat meningkatkan religiusitas terutama dalam hal peningkatan keimanan dan ketaqwaan, menumbuhkan semangat untuk berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul Khoirot) serta meningkatkan ukhuwah Islamiyah keluarga SMK Trisakti Ngawi.